Selamat datang di CHAP-Global Media Articles
Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NASA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Desember 2015

Fakta Bumi dibandingkan dengan Bintang, Tata Surya, Galaksi. #Jangan Sombong

Berani Sombong? Fakta ini Akan Membuat Anda Merasa Tak Berarti!

Bukan bermaksud untuk menggurui Anda, namun ada saatnya sebagai manusia kita harus berhenti sejenak dan merenungkan kembali dari mana Anda berasal dan menyadari siapa Anda. Dan beberapa gambar berikut mungkin akan membuat Anda sadar mengenai keberadaan diri Anda, siapakah Anda sebenarnya, apakah Anda benar-benar berkuasa? Mungkin Anda merasa tak berarti setelah melihat gambar yang menakjubkan yang dilansir dari Just Something.
Ini adalah tempat dimana Anda tinggal, planet biru atau Bumi.

Rabu, 28 November 2012

Jika Benar Tabrakan Planet Nibiru & Bumi Picu Kiamat 2012?


Selama bertahun-tahun, pakar astrobiologi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA), David Morrison telah menjawab ribuan pertanyaan terkait peristiwa alam yang mengancam kelangsungan dunia.
Dilansir NPR, Rabu (28/11/2012), sebagian orang memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan mempertanyakan tentang akhir dari dunia. Sebuah prediksi menyebutkan, hantaman planet Nibiru dengan Bumi atau berakhirnya kalender suku Maya akan mengakibatkan berakhirnya kehidupan dunia di 2012.
Selama beberapa tahun David Morisson berupaya menjelaskan kepada khalayak tentang desas-desus planet Nibiru pada website di bagian Question & Answer (Q&A) milik NASA. Di website NASA itu, Morisson mencoba menerangkan tentang asal-usul skenario apokaliptik populer tersebut.
Dalam website milik badan antariksa Ameriksa Serikat tersebut, Morisson mengatakan bahwa asal-usul prediksi berakhirnya dunia yang jatuh pada Desember 2012, terkait dengan cerita tentang planet Nibiru. Planet ini konon ditemukan oleh bangsa Sumeria, yang merupakan planet asing dari luar tata surya yang bergerak mendekati Bumi.


Melalui tulisan fiksi yang ditulis Zecharia Sitchin tentang peradaban Sumeria-Mesopotamia kuno, ia menyatakan dalam beberapa buku, seperti buku The Twelfth Planet yang diterbitkan pada 1976, mengungkap tentang dokumen bangsa Sumeria yang diidentifikasi sebagai planet Nibiru.
Planet ini konon mengorbit matahari setiap 3.600 tahun sekali. Cerita fiktif ini juga mengungkap tentang kisah “astronot kuno” yang mengunjungi bumi dari peradaban alien bernama Anunnaki.
Morisson menegaskan, bila memang planet Nibiru akan menghantam bumi dan menyebabkan kehancuran planet, maka pemerintah serta NASA tentu tidak akan menyembunyikan informasi tersebut. “Jika pemerintah telah mengetahui tentang Nibiru, tidak akan mereka merahasiakannya untuk menghindari kepanikan (publik),” jelas Morisson.
Selain Morisson, beberapa waktu lalu Program Manager Laboratorium Jet Propulsion NASA, Don Yeoman juga membantah rumor mengenai kiamat di 2012. Ia mengatakan, apabila Nibiru akan menghantam Bumi dalam waktu dekat, tentu tanda-tandanya akan terlihat sejak lama.
Paling tidak, menurutnya, efek gravitasinya pada bumi serta planet lain pun dapat terlihat. Namun nyatanya, astronom yang melakukan pengamatan tidak menemukan satu bukti pun. 

| Source: 

Rabu, 31 Oktober 2012

New NASA Spaceship Comes Together for 2014 Test Launch




  • A mockup of the Orion capsule at NASA’s Johnson Space Center in Houston shows the space agency’s next-generation spacecraft, designed to carry humans beyond low-Earth orbit to the moon, asteroids, and Mars.
    • A mockup of the Orion capsule at …
    • This view inside a mockup of NASA’s new Orion space capsule shows a seat for an astronaut (eventually there will be four seats inside). Astronauts will lay on their backs with legs pointing up in the air on the leg rests, shown here.
      This view inside a mockup of NASA’s

      The pieces are coming together for NASA's newest spaceship Orion, with its first unmanned launch test scheduled for September 2014.

The Orion space capsule is designed to carry humans farther into the solar system than they've ever been by taking trips to the moon, asteroids and Mars.
It will be the first new spaceship built by NASA since the space shuttle was developed in the 1970s. The space agency is planning to outsource travel to low-Earth orbit, including the International Space Station, to the private space sector, allowing NASA itself to focus on traveling beyond.
"I think having a test flight in '14 is huge — people can see it right there," Orion program manager Mark Geyer told SPACE.com in September. "It's a really important goal."
Orion was originally conceived as a next-generation spacecraft, called the Orion Crew Exploration Vehicle, under NASA's now-defunct Constellation program. When that program was cancelled by the Obama administration, the Orion design was carried forward as the Orion Multi-Purpose Crew Vehicle.
The engineering team behind the capsule has weathered political ups and downs, but say they are glad to be approaching flight time for the craft. 
"It's hard to put in 80 hours a week and then have somebody go, 'I don’t want to do that anymore,'" Geyer said. "We kind of went through that two years ago, but fortunately we came out on the other side."
Orion first test flight will be called the Exploration Flight Test 1 (EFT 1), and will include a test of more than half the systems that will appear in the ultimate finished Orion. These include its heat shield, which is a totally novel design made of a special composite material and an ablative coating deigned to burn off as the capsule re-enters Earth's searing atmosphere for the trip home.
EFT 1 will also test the capsule's primary structure design and put its avionics and computer systems through their paces.
However, for this first flight test Orion will ride to space aboard a Delta 4 heavy rocket — a proven flight vehicle from ULA (United launch Alliance) that won't be its ultimate booster. Eventually, Orion is planned to launch toward the moon and beyond on NASA's Space Launch System (SLS), a new heavy-lift rocket still under development. The first flight test for Orion and SLS together, called Exploration Mission 1, is slated for 2017.
Orion and SLS are set to carry humans onboard for the first time in 2021.
On the surface, Orion looks like a modernized Apollo capsule. Both vehicles are cone-shaped and launch vertically atop heavy-lift rockets. However, the similarities are only skin deep.
Where Apollo could carry three astronauts to the moon, Orion is bigger and can take four. The 1960s-era Apollo capsule featured computer technology inferior to that of a smart phone, while Orion is controlled by state-of-the-art technology. Its heat shield is composed of entirely new materials, and many other features are wholly novel.
"It's kind of like an automobile in 1905 had four tires and a steering wheel, and they still do now," Geyer said. "But none of the stuff inside is the same."
Between now and EFT 1, the NASA teams are working with the capsule's prime contractor, Lockheed Martin, to finish construction of Orion's systems and assemble them together. The primary body for that test vehicle is finished, while the heat shield still needs about six months more. Its avionics computers are undergoing testing now. Eventually, the whole vehicle will be put together in Florida at NASA's Kennedy Space Center in Cape Canaveral.
"I think we have a great design and we have a great plan to fly it," Geyer said. "It's time to do it, to actually put it to use and put it in the missions that are going to let us discover new things."

Minggu, 30 September 2012

Patung Buddha yang Dimiliki Nazi Berasal Dari Luar Angkasa

Oleh Stephanie Pappas, Penulis Senior LiveScience | LiveScience.com

Mungkin kisah ini terdengar seperti plot dalam salah satu film Indiana Jones, namun peneliti Jerman mengatakan bahwa patung Buddha yang dibawa dari Eropa oleh Nazi berasal dari batu meteor yang jatuh ke Bumi 10 ribu tahun lalu di perbatasan Siberia-Mongolia.

Buddha dari luar angkasa ini, atau para peneliti menyebutnya "Iron Man", tak diketahui usianya. Perkiraan terbaik menghitung kemungkinan asal patung ini dari abad 8-10. Pahatan patung ini menggambarkan seorang pria, kemungkinan dewa Buddha, duduk dengan kaki dilipat masuk dan memegang sesuatu di tangan kirinya. Di dadanya ada swastika Buddha, simbol keberuntungan yang kemudian "diambil alih" oleh partai Nazi di Jerman.

"Orang bisa berspekulasi bahwa simbol swastika di patung itu adalah penyebab artefak 'Iron Man' meteor ini dibawa ke Jerman," kata peneliti pada 14 September lalu di jurnal Meteoritics & Planetary Science.

Petualangan manusia besi
Manusia besi ini pertama datang ke Jerman setelah ekspedisi Tibet pada 1938-1939 oleh ahli zoologi dan etnologi Ernst Schäfer. Ia dikirim ke daerah tersebut oleh Nazi untuk mencari akar ras Arya. Patung itu kemudian berpindah-pindah pemilik.

Peneliti Universitas Stuttgart Elmar Bucher dan koleganya pertama menganalisis patung tersebut pada 2007, saat pemiliknya saat itu mengizinkan mereka mengambil lima sampel kecil. Pada 2009, tim ini kemudian mendapat kesempatan untuk mengambil sampel lebih banyak lagi dari bagian dalam patung, karena lebih sedikit terkontaminasi cuaca atau sentuhan tangan manusia daripada bagian luar.

Mereka menemukan bahwa patung tersebut dipahat dari batu luar angkasa yang sangat jarang dan dikenal dengan meteorit ataksit. Meteor besi ini memiliki kadar nikel tinggi. Meteor terbesar yang pernah diketahui, meteor Hoba dari Namibia, adalah jenis meteor ataksit yang beratnya bisa lebih dari 60 ton.

Dari luar angkasa
Analisis kimiawi dari sampel patung manusia besi ini menunjukkan kecocokan dengan sebaran dari serpihan batu luar angkasa dari perbatasan Siberia dan Mongolia. Meteorit China memiliki 250 fragmen meteorit, kebanyakan relatif kecil, meski ada dua potongan yang beratnya melebihi 10 kg. Para ilmuwan memperkirakan bahwa meteorit Chinga jatuh antara 10 ribu-20 ribu tahun lalu. Penemuan pertama meteor tersebut tercatat pada 1913, namun keberadaan patung tersebut menunjukkan bahwa orang-orang menambang kawasan tersebut untuk materi artistik lama sebelum itu, menurut Buchner.

Identitas pria dalam patung tersebut tak jelas, namun para peneliti memperkirakan ia mungkin adalah dewa Buddha Vaisravana, atau dikenal juga dengan Jambhala. Vaisravana adalah dewa kekayaan atau peperangan, dan ia sering digambarkan memegang lemon (simbol kekayaan) atau kantung uang di tangannya. Manusia besi ini memegang objek yang tak jelas di tangannya. Patung ini tingginya 24 cm dan beratnya 10,6 kg.

Banyak budaya di dunia yang menggunakan besi meteor untuk membuat belati dan bahkan perhiasan, menurut Buchner dan para koleganya, dan pemujaan meteor pun cukup sering terjadi pada budaya kuno. Namun pahatan Buddha pada meteor tergolong unik.

"Patung manusia besi ini adalah satu-satunya ilustrasi bentuk manusia yang diketahui dipahat pada meteorit, artinya kita tidak punya perbandingan untuk menentukan nilainya," kata Buchner dalam pernyataan. "Dari usianya saja, kita bisa memperkirakan nilainya mencapai $20 ribu (Rp 191,2 juta). Namun, jika perkiraan kami tentang usianya benar dan hampir seribu tahun usianya, maka patung ini bisa tak ternilai."