Selamat datang di CHAP-Global Media Articles
Tampilkan postingan dengan label ChAPblog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ChAPblog. Tampilkan semua postingan

Minggu, 30 Desember 2012

Thanks for Contact Us.

| Thanks for Contact Us.| 

Kami sampaikan terima kasih kepada anda, karena telah menghubungi kami.

Kami akan berusaha secepat mungkin untuk membalas pemberitahuan anda. Mengingat banyak pemberitahuan yang masuk pada kami (CHAP GMA site). Kami memohon agar anda paham dengan hal ini. Terima kasih untuk pengertianya.

=============================================== 

=  Best Regards = 

The Author of ChAPblog | Global Media Articles

Sabtu, 22 Desember 2012

RESULT | "Hasil Lomaba Blog oleh YISBU dan SeniBudayaKita.com"

Inilah Para Juara Lomba Blog SBK:
Juara 1: Vidi Sorongan
Juara 2: Minggus Diamanti
Juara 3: Bayu Gunturputra Masengi

Favorit 1: Carol Mamonto
Favorit 2: Christian Pakasi (CHAPblog Author)

Telah Menerima Hadiah Langsung dari YISBU dan SeniBudayaKita.com.
Pesan dari Admin Seni Budaya KIta: 
Teruslah menulis demi eksistensi budaya kita, karena budaya adalah identitas kita.

Source: http://www.facebook.com/SeniBudayaKita


=======================================

Admin CHAPblog menyampaikan banyak terima kasih kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan event ini terlebih YISBU Sulut (Pak Benny M), SeniBudayaKita.com, Kawanua Blogger (Bro Ezer). 
Best Regards The Author of ChAPblog

Senin, 10 Desember 2012

Peserta Lomba Blog Seni Budaya Sulawesi Utara 2012


Berikut kami tampilkan daftar peserta lomba BLOG Seni Budaya Sulawesi Utara yang telah mengisi formulir pendaftaran sampai pada tanggal 25 November 2012. Mohon maaf apabila ada kekurangan dari panitia dan kepada peserta yang tidak kami ikutsertakan karena terlambat mengisi formuli pendaftaran. Kami dari Panitia Lomba mengucapkan terima kasih atas partisipasinya, nantikan Lomba BLOG berikutnya.
Selamat kepada pemenang
 1. Nama Lengkap Sesuai Kartu Identitas
David Umboh

Alamat / Link Blog


Alamat / Link Artikel yang dilombakan


2. Nama Lengkap Sesuai Kartu Identitas

Ruly Jenar Nakula

Alamat / Link Blog


Alamat / Link Artikel yang dilombakan

Selasa, 20 November 2012

"Mari Jo Jaga Torang pe Budaya: Kalo bukang torang, kong sapa dang?"

= Mari Jo Jaga Torang Pe Budaya =
"Kalo bukang torang, kong sapa dang?"

Berbeda dengan artikel-artikel (tulisan-tulisan) sebelumnya di ChAPblog, yang biasanya memuat artikel dengan Bahasa Inggris atau artikel Bahasa Indonesia yang bersumber dari suatu situs atau artikel lainnya yang kemudian saya sunting atau artikel saya sendiri. Kali ini, saya akan menulis artikel dengan Bahasa Indonesia bahkan menggunakan Bahasa Melayu Manado atau campuran dari keduanya (kenapa?) 
"Karena artikel kali ini, ditulis dan didedikasikan kepada seluruh masyarakat terlebih khusus Generasi muda: Generasi Penerus Bangsa saat ini di Bumi Indonesia khususnya di Daerah Sulawesi Utara bahkan di Tanah Toar Lumimu'ut, Tanah Minahasa tercinta lebih tepatnya di Tondano di tanah tempat saya berada"

Artikel ini saya tulis sebagai bentuk dan bukti partisipasi dan suatu wujud kepedulian terhadap Seni Budaya Bangsa kita yang saat ini mengalami banyak ancaman baik dari luar maupun dari dalam. Saya mewakili teman-teman Generasi muda sebagai tumpuan dan harapan bangsa di Provinsi Sulawesi Utara yang tercinta ini, yang membuktikan bahwa kami juga dapat memberikan yang terbaik dengan bentuk yang berbeda, inovatif, dan kreatif seperti  menulis artikel ini. Artikel ini juga dibuat sebagai bentuk partisipasi dalam Lomba Blog yang diselenggarakan oleh Yayasan Institut Seni Budaya Sulut bersama komunitas blogger dan komunitas Adat Seni Budaya Minahasa yang bekerja sama dengan: Kawanua Blogger (www.kawanuablogger.com), Mawale Movement, Waraney Wuaya (https://www.facebook.com/groups/196945797063359/) 


 Perkenankan saya untuk mengulas, membahas, memaparkan artikel ini yang mengenai "Mari Jo Jaga Torang Pe Budaya: "Kalo bukang torang, kong sapa dang?".

 Sebetulnya, kalo mo bicara tentang budaya akan menjadi pembahasan yang sangat panjang, lebar, serta rumit namun sangatlah menarik. Sebab jika bicara tentang BUDAYA merupakan sesuatu yang kompleks yang sangat erat kaitannya dengan KEHIDUPAN. (Kiapa bagitu ?) karena:
“kehidupan menghasilkan suatu budaya,
dan budaya adalah yang menghidupkan"
Membaca ungkapan ini, mungkin akan terlintas tentang slogan dari Om Sam (Dr. G. S. S. J. Ratulangi) tentang "SI TOU TIMOU TOU" [Ndei toro tumongko Tou]. Eits nda usah tambah-tambah! Sapa lei kwa tu ada tamba ini? Jangan bilang kalu Alo. (cuma baku sedu). Itu slogan terus dibudayakan sampai saat ini dan menjadi motto torang pe daerah "Sulawesi Utara" tercinta, yang depe arti. 

Manusia (Orang) hidup untuk menghidupi / mendidik / menjadi berkat untuk Manusia (Orang) lain.   

Sungguh pemikiran yang dahsyat, logis namun puitis dari Om Sam sebagai Gubernur Sulawesi Utara pertama. (Ada yang tahu so Gubernur ke berapa Sulut sekarang?)  Saat ini Gubernur Sulut sudah yang ke-14 dan Prov. Sulawesi Utara saat ini sudah berumur 48 tahun sesuai dengan UU 13/1964 dengan 14 Agustus 1959 sebagai hari jadinya. Berikut ini, para Pemimpin (Gubernur) Sulut yang so menghiasi perkembangan di Sulawesi Utara. 

1. Dr. G. S. S. J. Ratulagi
2. Arnold Achmad Baramuli
3. F. J. Tumbelaka
4. Soenandar Prijosoedarmo
5. Abdullah Amu
6. Hein Victor Worang
7. Willy Lasut
8. Eman Hari Rustaman
9. Gustav Hendrik Mantik
10. Cornelis John Rantung
11. Evert Ernst Mangiindaan
12. Adolf Jouke Sondakh
13. Lucky Harry Korah
14. Sinyo Harry sarundajang

Saya kutip dari wikipedia. 
http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Utara



Kembali ke Laptop! 
Bicara budaya Sulawesi Utara, akan timbul banyak aspek, yang akan dijelaskan/dipaparkan seperti di bawah ini: 

1. Tarian tradisional, = Maengket, Cakalele, Lenso, Tatengesan, Nyiur Melambai, Tarian Kabasaran/tarian perang, ada juga tari hasil penggabungan kebudayaan lokal dan tradisional yaitu Tari Katrili, dll 

a.)            Maengket adalah paduan dari sekaligus seni tari, musik dan nyanyi, serta seni sastra yang terukir dalam lirik lagu yang dilantunkan. Sejumlah pengamat kesenian bahkan melihat maengket sebagai satu bentuk khas seni berpadu opera. Apapun, maengket memang merupakan sebuah adikarya kebudayaan puncak yang tercipta melalui proses panjang penyempurnaan demi penyempurnaan.

Maengket sudah ada di tanah Minahasa sejak rakyat Minahasa mengenal pertanian terutama menanam padi di ladang. Kalau dulu nenek moyang Minahasa, maengket hanya dimainkan pada waktu panen padi dengan gerakan-gerakan yang hanya sederhana, maka sekarang tarian maengket telah berkembang teristimewa bentuk dan tarinya tanpa meninggalkan keasliannya terutama syair/sastra lagunya.

Maengket terdiri dari 3 babak, yaitu :
- Maowey Kamberu
- Marambak
- Lalayaan.

Maowey Kamberu adalah suatu tarian yang dibawakan pada acara pengucapan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, dimana hasil pertanian terutama tanaman padi yang berlipat ganda/banyak. Marambak adalah tarian dengan semangat kegotong-royongan (mapalus), rakyat Minahasa bantu membantu membuat rumah yang baru. Selesai rumah dibangun maka diadakan pesta naik rumah baru atau dalam bahasa daerah disebut “rumambak” atau menguji kekuatan rumah baru dan semua masyarakat kampung diundang dalam pengucapan syukur. Lalayaan adalah tari yang dilakukan saat bulan purnama Mahatambulelenen, para muda-mudi melangsungkan acara Makaria’an - mencari teman hidup.

b.)          Kabasaran adalah tarian perang dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara.Tarian ini merupakan tarian keprajuritan tradisional Minahasa, yang diangkat dari kata; Wasal, yang berarti ayam jantan yang dipotong jenggernya agar supaya sang ayam menjadi lebih garang dalam bertarung.

Tarian ini diiringi oleh suara tambur dan / atau gong kecil. Alat musik pukul seperti Gong,Tambur atau Kolintang disebut “Pa ‘ Wasalen” dan para penarinya disebut Kawasalan, yang berarti menari dengan meniru gerakan dua ayam jantan yang sedang bertarung, hampir mirip dengan tarian Cakalele dari Maluku.

Kata Kawasalan ini kemudian berkembang menjadi "Kabasaran" yang merupakan gabungan dua kata “Kawasal ni Sarian” “Kawasal” berarti menemani dan mengikuti gerak tari, sedangkan “Sarian” adalah pemimpin perang yang memimpin tari keprajuritan tradisional Minahasa. Perkembangan bahasa melayu Manado kemudian mengubah huruf “W” menjadi “B” sehingga kata itu berubah menjadi Kabasaran, yang sebenarnya tidak memiliki keterkaitan apa-apa dengan kata “besar” dalam bahasa Indonesia, namun akhirnya menjadi tarian penjemput bagi para pembesar-pembesar.

Pada zaman dahulu para penari Kabasaran, hanya menjadi penari pada upacara-upacara adat. Namun, dalam kehidupan sehari-harinya mereka adalah petani dan rakyat biasa. Apabila Minahasa berada dalam keadaan perang, maka para penari Kabasaran menjadi Waraney. (dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Kabasaran)

c.)         Tari Katrili merupakan salah satu kesenian dari Minahasa. Menurut sejarahnya, tarian ini dibawa oleh bangsa Spanyol ketika menjajah bumi Minahasa beberapa tahun silam. Kisahnya, pada waktu bangsa Spanyol itu datang dengan maksud untuk membeli hasil bumi yang ada di Tanah Minahasa. Karena mendapatkan hasil yang banyak, mereka menari-nari tarian katrili sebagai ekspresi kegembiraan. Lama-kelamaan mereka mengundang seluruh rakyat Minahasa yang akan menjual hasil bumi mereka didalam menari bersama-sama sambil mengikuti irama musik dan aba-aba. Ternyata tarian ini boleh juga dibawakan pada waktu acara pesta perkawinan di tanah Minahasa. Sekembalinya Bangsa Spanyol kenegaranya dengan membawa hasil bumi yang dibeli di Minahasa, maka tarian ini sudah mulai digemari Rakyat Minahasa pada umumnya. Tari katrili termasuk tari modern yang sifatnya kerakyatan.

[Foto telah dihapus]

2. Pakaian adat, 
[Foto telah dihapus]


Foto ini diambil saat saya SMP dan sedang mengikuti lomba Story Telling di DIKPORA Prov. SULUT (saya akan coba mengupload video dari gambar ini) 

3. Bangunan/rumah adat, = Rumah panggung


4. Situs bersejarah sebagai tempat wisata yang menjadi ikon Budaya Sulawesi Utara = Watu Pinawetengan, Waruga, Bukit Kasih (The Hill of Bless), Makam-makam Pahlawan, Loji, dll.


[Foto telah dihapus]

5. Alat musik / jenis musik, = alat musik kolintang, musik bambu, dll.

Kolintang merupakan alat musik khas dari Sulawesi Utara yang mempunyai bahan dasar yaitu kayu yang jika dipukul dapat mengeluarkan bunyi yang cukup panjang dan dapat mencapai nada-nada tinggi maupun rendah seperti kayu telur, bandaran, wenang, kakinik atau sejenisnya (jenis kayu yang agak ringan tapi cukup padat dan serat kayunya tersusun sedemikian rupa membentuk garis-garis sejajar).
Kata Kolintang berasal dari bunyi : Tong (nada rendah), Ting (nada tinggi) dan Tang (nada tengah). Dahulu Dalam bahasa daerah Minahasa untuk mengajak orang bermain kolintang: "Mari kita ber Tong Ting Tang" dengan ungkapan "Maimo Kumolintang" dan dari kebiasaan itulah muncul nama "KOLINTANG” untuk alat yang digunakan bermain.
Pada mulanya kolintang hanya terdiri dari beberapa potong kayu yang diletakkan berjejer diatas kedua kaki pemainnya dengan posisi duduk di tanah, dengan kedua kaki terbujur lurus kedepan. Dengan berjalannya waktu kedua kaki pemain diganti dengan dua batang pisang, atau kadang-kadang diganti dengan tali seperti arumba dari Jawa Barat. Sedangkan penggunaan peti sesonator dimulai sejak Pangeran Diponegoro berada di Minahasa (th.1830). Pada saat itu, konon peralatan gamelan dan gambang ikut dibawa oleh rombongannya. Adapun pemakaian kolintang erat hubungannya dengan kepercayaan tradisional rakyat Minahasa, seperti dalam upacara-upacara ritual sehubungan dengan pemujaan arwah para leluhur. Itulah sebabnya dengan masuknya agama kristen di Minahasa, eksistensi kolintang demikian terdesak bahkan hampir menghilang sama sekali selama ± 100th.
Sesudah Perang Dunia II, barulah kolintang muncul kembali yang dipelopori oleh Nelwan Katuuk (seorang yang menyusun nada kolintang menurut susunan nada musik universal). Pada mulanya hanya terdiri dari satu Melody dengan susunan nada diatonis, dengan jarak nada 2 oktaf, dan sebagai pengiring dipakai alat-alat "string" seperti gitar, ukulele dan stringbas. Tahun 1954 kolintang sudah dibuat 2 ½ oktaf (masih diatonis). Pada tahun 1960 sudah mencapai 3 ½ oktaf dengan nada 1 kruis, naturel, dan 1 mol. Dasar nada masih terbatas pada tiga kunci (Naturel, 1 mol, dan 1 kruis) dengan jarak nada 4 ½ oktaf dari F s./d. C. Dan pengembangan musik kolintang tetap berlangsung baik kualitas alat, perluasan jarak nada, bentuk peti resonator (untuk memperbaiki suara), maupun penampilan. Saat ini Kolintang yang dibuat sudah mencapai 6 (enam) oktaf dengan chromatisch penuh. (dikutip dari http://kolintang.page.tl/Sejarah-Kolintang.htm)


6. Bahasa, ada juga Budaya Sulawesi Utara  yang saat ini sudah terancam punah. Mengutip dari suaramerdeka.com dikatakan ada 18 bahasa di Sulawesi Utara terancam punah. Bahasa daerah tersebut, antara lain: Bahasa Tonsea, Bahasa Toulour, Bahasa Tombulu, Bahasa Tountemboan, Bahasa Mongondow, Bahasa Sangihe, dll.

Menurut Guru Besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNIMA, ia mengatakan dalam artikel tersebut ada beberapa faktor yang membuat bahasa daerah itu kurang dikuasai generasi muda,  antara lain adanya pandangan di kalangan masyarakat, bahwa dengan berbicara menggunakan bahasa asing membuat kelihatan lebih modern dari pada menggunakan bahasa daerah.

Menurut saya ungkapan ini sangatlah benar. Kembali dalam artikel, dikatakan bahwa untuk melestarikan belasan bahasa daerah itu, maka telah diusulkan kepada  Dinas Pendidikan Nasional di Provinsi Sulawesi Utara, untuk memasukkan bahasa daerah sebagai muatan lokal dalam mata pelajaran. Usulan itu telah ditanggapi dengan  adanya sejumlah sekolah yang memasukkan bahasa daerah sebagai salah satu mata pelajaran untuk diajarkan kepada para siswa. Dikutip dari:

7. Makanan khas, makan khas yang dimaksudkan seperti icon Sulawesi Utara yaitu Bubur Manado yang dikenal dengan banyak istilah yaitu Tinutuan atau Midal. Depe cara mo beking:

8.    Ada budaya yang so dari dulu ada dan unik, selain dari budaya di atas:
·          Budaya mapalus. Mapalus merupakan sebuah tradisi budaya suku Minahasa dimana dalam mengerjakan segala sesuatu dilakukan secara bersama-sama atau gotong royong. Budaya mapalus mengandung arti yang sangat mendasar. Mapalus juga dikenal sebagai local Spirit and local wisdom masyarakat di Minahasa
·         Perayaan tulude. Perayaan tulude atau kunci taong (kunci tahun) dilaksanakan pada setiap akhir bulan januari dan diisi dengan upacara adat yang bersifat keagamaan dimana ungkapan puji dan syukur terhadap sang pencipta oleh karena berkat dan rahmat yang telah diterima pada tahun yang telah berlalu sambil memohon berkat serta pengampunan dosa sebagai bekal hidup pada tahun yang baru
·         Festival figura. Figura merupakan seni dan budaya yang diadopsi dari kesenian yunani klasik. Seni ini lebih dekat dengan seni pantomim atau seni menirukan laku atau watak dari seseorang tokoh yang dikenal atau diciptakan. Figura merupakan kesenian yang dapat menghadirkan dramaturgi pendek terhadap sosok atau perilaku tokoh-tokoh yang dianggap berperan dalam mengisi tradisi baik buruknya sosok dan watak seorang manusia. Oleh pemerintah kota Manado festival figura diselenggarakan dalam rangka pesta kunci taong layaknya perayaan tulude yang dilaksanakan oleh masyarakat sangihe.
·         Toa Pe Kong atau Cap go meh. Seperti didaerah lainnya, perayaan/upacara ini juga rutin dilaksanakan di Sulawesi Utara apa terlebih di Kota Manado. Upacara ini dimeriahkan dengan atraksi dari Ince Pia yakni seorang yang memotong-motong badan dan mengiris lidah dengan pedang yang tajam serta menusuk pipi dengan jarum besar yang tajam akan tetapi si Ince Pia tidak terluka ketika
·         Pengucapan syukur. Pengucapan syukur merupakan tradisi masyarakat Minahasa yang mengucap syukur atas segala berkat yang telah Tuhan berikan. Biasanya pengucapan syukur dilaksanakan setelah panen dan dikaitkan dengan acara keagamaan untuk mensyukuri berkat Tuhan yang dirasakan terlebih panen yang dinikmati. Acara pengucapan syukur ini dilaksanakan setiap tahun oleh masyarakat suku Minahasa pada hari Minggu umumnya antara bulan Juni hingga Agustus. Saat pengucapan syukur hampir setiap keluarga menyediakan makanan untuk para tamu yang akan datang berkunjung apa terlebih makanan khas seperti nasi jaha dan dodol. Di luar negeri, budaya seperti juga dilaksanakan namun dengan cara yang berbeda. Budayanya dikenal dengan istilah Thanks Giving.

          Aspek / jenis / bentuk di atas hanyalah sebagian dari berbagai budaya dan seni yang ada di Sulawesi Utara. Setelah melihat aspek / jenis / bentuk di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sangatlah banyak hal atau kegiatan yang dapat torang lakukan sebagai Generasi Muda : Generasi Penerus Bangsa di Indonesia terlebih khusus di Sulawesi Utara bahkan tanah Toar Lumimu’ut yang wajib untuk mewarisi dengan tujuan melestarikan dan menjaganya.

          Nah, saat ini perkembangan budaya di Sulawesi Utara sangat dipengaruhi oleh masuknya budaya asing di Sulawesi Utara,  khususnya di kota – kota besar yang menjadi pusat di daerah Sulawesi Utara seperti Manado. Ada banyak budaya yang masuk dan langsung dapat diterima oleh masyarakat Sulawesi Utara, tanpa berpikir bahwa budaya yang masuk belum tentu berdampak baik di Sulawesi Utara. Ini membuktikan bahwa, masih kurangnya pengawasan dari pemerintah dan masyarakat yang ada. Io toh?
         
          Budaya yang masuk, (1) seperti cara berpakaian (yang mengikuti budaya barat atau dikenal dengan istilah westernisasi) (2) Tarian atau modern dance, (3) Budaya pergaulan bebas, dan lain-lain. 

Contoh dari cara berpakaian, kalu di barat berpakaian sesuai musim. Kalu di daerah eropa sana, karena dorang ada 4 musim (musim dingin/salju, musim panas, musim gugur, musim semi). Jadi katu kalu misalnya musim dingin, jadi pake pakaian yang agak tebal, kong kalu musim panas mengunakan pakaian yang agak tipis. Mar kalu di sini mo di mana yang penting gaya tetap ba pake tu baju yang kalu menurut dorang gaya yang mirip-mirip deng orang Bule pe ba pake. Padahal so nda betul kalu mo lia, kong merusak pemandangan, serta mangganggu orang yang melihat. (Sama deng itu satu tali, rok pende, deng depe kawan-kawan laeng.) Nda mo bilang apa, mar sekarang sedang (maaf) di tempat ibadah dorang kurang ja pake tu macam itu. Nah, budaya berpakaian yang rupa ini susah sekali mo kase ilang apa lei di Tondano. Sampe ada istilah dari orang "Tondano biar kalah nasi yang penting nda kalah aksi". Ini istilah merupakan istilah yang tidak membangun dan tidak  berdasar yang mungkin dorang cuma ja for bakusedu mar istilah pasti timbul dari masyarakat Minahasa khususnya Tondano sendiri.

Hal seperti ini terjadi karena masyarakat Sulawesi Utara so kurang deng so nanda berpegang dan berpedoman pa itu Pancasila sebagai Ideologi bangsa dan sebagai filter (penyaring) serta itu moral deng norma-norma yang berlaku di Masyarakat. Apa lagi norma agama, faktanya saat ini banyak orang terlebih anak muda yang terjerumus dalam pergaulan yang salah dan berkontribusi degan hidup dengan hal-hal busu (sampah) yang nda baik dan dapat merusak moral anak-anak bangsa. Serta berdampak pda Budaya, yang akhirnya dilupakan. Seperti narkoba atau obata-obatan terlarang, seks bebas (free sex), miras, pornografi, tauran, judi, deng tu laeng-laeng.    (drug)

Selanjutya, contoh kecil dari budaya asing yang masuk dalam bentuk tarian atau dance modern di saat ini adalah Shuffle dance, Break dance, Hip-Hop, Street dance, dan sebagainya. Hal yang menjadi permasalahan deng jadi pertanyaan di sini adalah:

“Kalu samua kurang tahu dance modern (Shuffle dance, Break dance, Hip-Hop, Street dance) kong sapa dang yang mo ba cakalele, maengket, katrili, tari lenso, dll. Jangan heran kalu sebantar kurang Bule asal Australia yang biasa datang di Bunaken kong ba ba taria ada menari Cakalele di Jalan Boulevard Manado. Kong dorang yang mo kase ajar pa torang. Bagimana lei komang itu? Apa kata dunia?

Nah, jangan sampe torang pe budaya nantinya diakui oleh negara lain, apa lagi negara tetangga yang sering bermasalah deng torang. Sama deng Malayasia dengan negara kawasan Asia Tenggara laeng. Cuma karena torang lupa dengan torang per Budaya ini yang seharusnya menjadi pedoman serta menjadi ikon pariwisata Sulawesi Utara. Sehingga lebih dikenal di daerah luar bahkan dunia Internasional.

Jadi apa torang pe pilihan sekarang? Torang samua so boleh mo kase ilang itu (1) Budaya malo Berbudaya, (2) budaya baku cungkel, (3) budaya baku pukul, (5) budaya bagate (bamabo) (6) Budaya Korupsi,  wo se tu lang-laeng. (so ja ba bahasa ini no). Pokoknya samua budaya/kegiatan yang nda bagus yang so jadi kebiasaan, so boleh kase ilang! (Ba inga itu torang pe masa depan, masa depan Indonesia khususnya daerah Sulawesi Utara, deng masa depan anak cucu)

Dapa inga pa Polda Sulut pe Slogan saat ini. “Gerakan Anti Mabuk: Brenti jo Bagate”. Kalo torang “Brenti jo tu Budaya malo Berbudaya: Karena kalo bukang torang, kong sapa dang”

Kong inga! Dukung trus itu program-program pemerintah di Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara. Mo dia ke di Manado kota Pariwisata dunia, Tomohon kota bunga, Bitung kota adipura, deng Tondano kota mati. (Bukang katu! Cuma bakusedu) Ini istilah nentau muncul dari mana, mar paling muncul dari orang Tondano sandiri. (Kita lei orang Tondano, jadi kita tahu Tondano itu bagimana). Saat ini kita selaku masyarakat Minahasa (khususnya Tondano), mewakili seluruh elemen rakyat dari Opa/Oma sampe ade-ade berharap mudah-mudahan yang nanti mo terpilih  sebagai Bupati deng Wakil Bupati Minahasa periode 2013-2018 sanggup merubah wajah Minahasa menjadi baru dan semakin maju, serta dapat memberikan yang terbaik for tanah Minahasa tercinta. Amin

Lestarikan trus itu Budaya Sulawesi Utara sesuai deng itu tema dari “Yayasan Institut Seni Budaya Sulut bersama komunitas blogger dan komunitas Adat Seni Budaya Minahasa” yaitu:   
    
= Mari Jo Jaga Torang Pe Budaya =
"Kalo bukang torang, kong sapa dang?"

________________________________________________________


Di bawah ini ada beberapa lomba yang pernah saya ikuti dan berhubungan dengan Budaya dan Seni di Sulawesi Utara dan menurut saya, wajib untuk terus dilaksanakan dan dikembangkan.

Ini ada foto saya mengikuti lomba Story Telling. Dalam lomba ini saya menggunakan pakaian Adat Sulawesi Utara dan pakaian kedua yaitu pakaian seorang petani sesuai dengan cerita yang saya bawakan. Saya membawakan 2 buah cerita yang pertama (1) “The Legend of Lake Tondano” dan kedua (2) “The Golden Tree”. Kedua cerita/dongeng tersebut dibawakan dalam Bahasa Inggris sesuai dengan Lomba yang ada”
          “The Legend of Lake Tondano” adalah cerita legenda masyarakat yang menceritakan tentang kisah terbentuknya Danau Tondano di Minahasa. Kebetulan dalam lomba tersebut hanya saya yang menggunakan pakaian adat Sulawesi Utara untuk siswa laki-laki. Siswa lain menggunakan kostum lain sesuai dangan cerita yang mereka bawakan, yang pada umunya adalah cerita hewan/binatang atau fabel.)
          Yang ingin saya sampaikan, kegiatan seperti ini juga merupakan kegiatan yang dapat terus dikembangkan oleh kita semua. Karena kalu bukang torang kong sapa dang? dalam upaya menjaga kelestarian Budaya Sulawesi Utara.

         Ini merupakan foto pada saat saya mengikuti lomba bahasa daerah yang diselenggarakan oleh KCSU (Komunitas Cinta Sulawesi Utara) yang bertujuan menjaga dan melestarikan  Budaya Minahasa dalam bentuk Bahasa Daerah (baik Toulour, Toutemboan, Tombulu, dll). Dalam lomba ini saya mendapat juara dua. Lomba ini juga dapat terus dikembangkan dan kiranya dapat menjadi dasar pemikiran dari pemerintah sebagai bentuk program demi menjaga kelestarian budaya Sulawesi Utara.

Foto


Semoga artikel “Mari Jo Jaga Torang Pe Budaya: Kalo bukang torang, kong sapa dang?" dapat bermanfaat for torang samua, karena torang samua basudara. 

Taruma kase laker (Terima Kasih). 
Salam Blogger! Salam Kawanua! Salam ChAPblog!


_________________________________________________
==================================

Berikut ini adalah beberapa referensi sebagai sumber dari artikel Mari Jo Jaga Torang Pe Budaya: Kalo bukang torang, kong sapa dang? saya kali ini:

  1. http://www.senibudayakita.com
  2. http://id.wikipedia.org
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi_Utara
  4. http://www.liburania.org/s/sejarah-cakalele
  5. http://id.wikipedia.org/wiki/Kabasaran
  6. http://kolintang.page.tl/Sejarah-Kolintang.htm
  7. (http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2008/05/20/6183/18-Bahasa-Daerah-Sulut-Terancam-Punah)
  8. http://bacary.com/forum/thread/1238/pahlawan-nasional-asal-sulawesi-utara/post_0/
  9. http://www.senibudayakita.com/blog/2012/11/20/tinutuan/
  10. http://www.seputarsulut.com/kebudayaan-di-sulawesi-utara/



Selasa, 06 November 2012

Pesan Pertama!!! (1st Message from Author)

Salam Blogger! Salam ChAPblog! dan salam jumpa...

Sebelumnya, ChAPblog Author mengucapkan banyak terima kasih kepada para blogger, viewer, maupun para pembaca setia (ChAPblog readers/followers) dari ChAPblog, ChAPedu, ChAPblog Fanpage di Facebook  maupun media social lainnya.

Saat ini sebagai artikel / tulisan / postingan tentang "PESAN PERTAMA / 1st Message yang secara langsung dari kami (The Author of ChAPblog), yang saat kami akan menyugukan serta membahas beerbagai pembahasan seperti berikut ini: 


Sudah cukup lama sejak ChAPblog dibuat, dan (pesan/mesage) as posting kali ini, merupakan kali pertama dari kami aecara resmi untuk menyampaikan beberapa hal terkait dengan blog (ChAPblg) ini. Bagi orang awam yang mungkin baru mengenal ineternet terlebih sebuah blog/weblog pasti akan bingung dan bertanya-tanya jika menemui blog semacam ini. Banyak pertanyaan yang akan timbul seperti tujuan, maksud, topik dari blog ini. Pertanyaan seperti ini juga pernah terlintas dalam pikiran   kami (The ChAPblog Author). Dengan alasan serta opini seperti itu, sehingga membuat kami (The ChAPblog Author)  tergerak untuk memaparkannya dalam postingan/tulisan kali ini. Kami akan menjelaskan beberapa hal terkait dengan blog ini. Berikut Penjelasannya ==>

Saat Blog ini pertama kali dibuat, kami sebagai Author dari ChAPblog menyadari bahwa blog ini masih punya banyak kekurangan. Mulai dari template/layout, topik, tata penulisan/gaya penulisan, posting maupun artikel yang dimunculkan masih banyak kekurangan. Setelah kami menulusuri dan mencari berbagai referensi blog maupun website yang menurut kami pantas kami jadikan contoh sebagai dasar pertimbangan, barulah kami memilih pempilan (layout/template) seperti saat ini. Sebenarnya sudah hampir 4-5 kali perubahan dari tampilan ChAPblog namun menurut kami belum sesuai sampai saat ini. (Apa tanggapan Blogger, serta ChAPblog reader/viwer/follower?) Tuliskan di bawh artikel / postingan ini! 

"Dalam waktu dekat ini kami (The Author of ChAPblog) 
berencana untuk membuat tampilan (layout/design/template) yang baru dan design menarik 
serta sesuai dengan TOPIK atau tujuan maupung fungsi dari blog kami (ChAPblog) ini.

Begitu juga saat ini kami merasa belum sesuai dengan TOPIK atau FUNGSI dari blog ini yaitu tentang Media Artikel-artikel Global (Global Media Articles) yang menginformasikan tentang pengetahuan seputar dunia luas, dalam berbagai bidang yang kami harapkan dapat mecakup berbagai bidang sehingga dapat menjadi BLOG yang dijadikan sumber referensi terpercaya dari pengguna dunia INTERNET, SOCIAL MEDIA, BLOG dan lain sebagainya. Itulah yang menjadi keingian kami. Kami mempunyai pandangan yang positif serta keinginan agar dapat menjadi Blog yang mampu memberikan informasi dan pengetahuan yang tentunya bermanfaat.

Sebagai pengungjung, pengikut, maupun pelanggan dari Blog (ChAPblog-Global Media Articles) ini, kami berharap, mengajak para pengungjung, pengikut, pelanggan dan para pembaca agar dapat memberikan masukan, komentar, tanggapan, maupun kritik yang baik dari sobat ChAPblog sekalian...
Kami (The ChAPblog Author) sangat terbuka dengan komentar, saran, kritik maupun tanggapan yang positif serta baik bagi kami dan kemajuan serta perkembangan dari ChAPblog-Global Media Articles ini.  

Kiranya, Blog (ChAPblog-Global Media Articles) dapat terus maju dan berkembang serta membantu dan bermanfaat sebagai referensi terpercaya, teraktual, tercepat dan terpercaya dan paling INFORMATIF & INOVATIF!!!

Terima Kasih!.. Salam Blogger! Salam ChAPblog! 

"Nantikan Pesan selanjutnya dari kami (The Author of ChAPblog menganai "Mengapa memilih kata ChAP sebagai nama dari blog ini? dan mengapa mengambil TOPIK artikel dan informasi yang umum  bukan artikel yang khusus? Dan mengapa memilih kata Pesan bukan Pemberitahuan?) 

==============================Best Regards!============================== 
=======================The Author of ChAPblog===============

Nantikan selengkapnya, di Pesan Kedua (2sd Message from Author)    

Sabtu, 29 September 2012

What is a "blog"?

"Blog" is an abbreviated version of "weblog," which is a term used to describe web sites that maintain an ongoing chronicle of information. A blog features diary-type commentary and links to articles on other Web sites, usually presented as a list of entries in reverse chronological order. Blogs range from the personal to the political, and can focus on one narrow subject or a whole range of subjects.
Many blogs focus on a particular topic, such as web design, home staging, sports, or mobile technology. Some are more eclectic, presenting links to all types of other sites. And others are more like personal journals, presenting the author's daily life and thoughts.
Generally speaking (although there are exceptions), blogs tend to have a few things in common:

diagram
  • A main content area with articles listed chronologically, newest on top. Often, the articles are organized into categories.
  • An archive of older articles.
  • A way for people to leave comments about the articles.
  • A list of links to other related sites, sometimes called a "blogroll".
  • One or more "feeds" like RSS, Atom or RDF files.
Some blogs may have additional features beyond these. Watch this short video for a simple explanation for what a blog is.

The Blog Content

Content is the raison d'être for any web site. Retail sites feature a catalog of products. University sites contain information about their campuses, curriculum, and faculty. News sites show the latest news stories. For a personal blog, you might have a bunch of observations, or reviews. Without some sort of updated content, there is little reason to visit a web site more than once.
On a blog, the content consists of articles (also sometimes called "posts" or "entries") that the author(s) writes. Yes, some blogs have multiple authors, each writing his/her own articles. Typically, blog authors compose their articles in a web-based interface, built into the blogging system itself. Some blogging systems also support the ability to use stand-alone "weblog client" software, which allows authors to write articles offline and upload them at a later time.

Comments

Want an interactive website? Wouldn't it be nice if the readers of a website could leave comments, tips or impressions about the site or a specific article? With blogs, they can! Posting comments is one of the most exciting features of blogs.
Most blogs have a method to allow visitors to leave comments. There are also nifty ways for authors of other blogs to leave comments without even visiting the blog! Called "pingbacks" or "trackbacks", they can inform other bloggers whenever they cite an article from another site in their own articles. All this ensures that online conversations can be maintained painlessly among various site users and websites.

The Difference Between a Blog and CMS?

Software that provides a method of managing your website is commonly called a CMS or "Content Management System". Many blogging software programs are considered a specific type of CMS. They provide the features required to create and maintain a blog, and can make publishing on the internet as simple as writing an article, giving it a title, and organizing it under (one or more) categories. While some CMS programs offer vast and sophisticated features, a basic blogging tool provides an interface where you can work in an easy and, to some degree, intuitive manner while it handles the logistics involved in making your composition presentable and publicly available. In other words, you get to focus on what you want to write, and the blogging tool takes care of the rest of the site management.
WordPress is one such advanced blogging tool and it provides a rich set of features. Through its Administration Panels, you can set options for the behavior and presentation of your weblog. Via these Administration Panels, you can easily compose a blog post, push a button, and be published on the internet, instantly! WordPress goes to great pains to see that your blog posts look good, the text looks beautiful, and the html code it generates conforms to web standards.
If you're just starting out, read Getting Started with WordPress, which contains information on how to get WordPress set up quickly and effectively, as well as information on performing basic tasks within WordPress, like creating new posts or editing existing ones.

Things Bloggers Need to Know

In addition to understanding how your specific blogging software works, such as WordPress, there are some terms and concepts you need to know.

Archives

A blog is also a good way to keep track of articles on a site. A lot of blogs feature an archive based on dates (like a monthly or yearly archive). The front page of a blog may feature a calendar of dates linked to daily archives. Archives can also be based on categories featuring all the articles related to a specific category.
It does not stop there; you can also archive your posts by author or alphabetically. The possibilities are endless. This ability to organize and present articles in a composed fashion is much of what makes blogging a popular personal publishing tool.

Feeds

A Feed is a function of special software that allows "Feedreaders" to access a site automatically looking for new content and then post updates about that new content to another site. This provides a way for users to keep up with the latest and hottest information posted on different blogging sites. Some Feeds include RSS (alternately defined as "Rich Site Summary" or "Really Simple Syndication"), Atom or RDF files. Dave Shea, author of the web design weblog Mezzoblue has written a comprehensive summary of feeds.

Blogrolls

A blogroll is a list, sometimes categorized, of links to webpages the author of a blog finds worthwhile or interesting. The links in a blogroll are usually to other blogs with similar interests. The blogroll is often in a "sidebar" on the page or featured as a dedicated separate web page. WordPress has a built-in Link Manager so users do not have to depend on a third party for creating and managing their blogroll.

Syndication

A feed is a machine readable (usually XML) content publication that is updated regularly. Many weblogs publish a feed (usually RSS, but also possibly Atom and RDF and so on, as described above). There are tools out there that call themselves "feedreaders". What they do is they keep checking specified blogs to see if they have been updated, and when the blogs are updated, they display the new post, and a link to it, with an excerpt (or the whole contents) of the post. Each feed contains items that are published over time. When checking a feed, the feedreader is actually looking for new items. New items are automatically discovered and downloaded for you to read, so you don't have to visit all the blogs you are interested in. All you have to do with these feedreaders is to add the link to the RSS feed of all the blogs you are interested in. The feedreader will then inform you when any of the blogs have new posts in them. Most blogs have these "Syndication" feeds available for the readers to use.

Managing Comments

One of the most exciting features of blogging tools are the comments. This highly interactive feature allows users to comment upon article posts, link to your posts, and comment on and recommend them. These are known as trackbacks and pingbacks. We'll also discuss how to moderate and manage comments and how to deal with the annoying trend in "comment spam", when unwanted comments are posted to your blog.

Trackbacks

Trackbacks were originally developed by SixApart, creators of the MovableType blog package. SixApart has a good introduction to trackbacks:
In a nutshell, TrackBack was designed to provide a method of notification between websites: it is a method of person A saying to person B, "This is something you may be interested in." To do that, person A sends a TrackBack ping to person B.
A better explanation is this:
  • Person A writes something on their blog.
  • Person B wants to comment on Person A's blog, but wants her own readers to see what she had to say, and be able to comment on her own blog
  • Person B posts on her own blog and sends a trackback to Person A's blog
  • Person A's blog receives the trackback, and displays it as a comment to the original post. This comment contains a link to Person B's post
The idea here is that more people are introduced to the conversation (both Person A's and Person B's readers can follow links to the other's post), and that there is a level of authenticity to the trackback comments because they originated from another weblog. Unfortunately, there is no actual verification performed on the incoming trackback, and indeed they can even be faked.
Most trackbacks send to Person A only a small portion (called an "excerpt") of what Person B had to say. This is meant to act as a "teaser", letting Person A (and his readers) see some of what Person B had to say, and encouraging them all to click over to Person B's site to read the rest (and possibly comment).
Person B's trackback to Person A's blog generally gets posted along with all the comments. This means that Person A can edit the contents of the trackback on his own server, which means that the whole idea of "authenticity" isn't really solved. (Note: Person A can only edit the contents of the trackback on his own site. He cannot edit the post on Person B's site that sent the trackback.)
SixApart has published an official trackback specification.

Pingbacks

Pingbacks were designed to solve some of the problems that people saw with trackbacks. The official pingback documentation makes pingbacks sound an awful lot like trackbacks:
For example, Yvonne writes an interesting article on her Web log. Kathleen reads Yvonne's article and comments about it, linking back to Yvonne's original post. Using pingback, Kathleen's software can automatically notify Yvonne that her post has been linked to, and Yvonne's software can then include this information on her site.
There are three significant differences between pingbacks and trackbacks, though.
  1. Pingbacks and trackbacks use drastically different communication technologies (XML-RPC and HTTP POST, respectively).
  2. Pingbacks do not send any content.
The best way to think about pingbacks is as remote comments:
  • Person A posts something on his blog.
  • Person B posts on her own blog, linking to Person A's post. This automatically sends a pingback to Person A when both have pingback enabled blogs.
  • Person A's blog receives the pingback, then automatically goes to Person B's post to confirm that the pingback did, in fact, originate there.
The pingback is generally displayed on Person A's blog as simply a link to Person B's post. In this way, all editorial control over posts rests exclusively with the individual authors (unlike the trackback excerpt, which can be edited by the trackback recipient). The automatic verification process introduces a level of authenticity, making it harder to fake a pingback.
Some feel that trackbacks are superior because readers of Person A's blog can at least see some of what Person B has to say, and then decide if they want to read more (and therefore click over to Person B's blog). Others feel that pingbacks are superior because they create a verifiable connection between posts.

Verifying Pingbacks and Trackbacks

Comments on blogs are often criticized as lacking authority, since anyone can post anything using any name they like: there's no verification process to ensure that the person is who they claim to be. Trackbacks and Pingbacks both aim to provide some verification to blog commenting.

Comment Moderation

Comment Moderation is a feature which allows the website owner and author to monitor and control the comments on the different article posts, and can help in tackling comment spam. It lets you moderate comments, & you can delete unwanted comments, approve cool comments and make other decisions about the comments.

Comment Spam

Comment Spam refers to useless comments (or trackbacks, or pingbacks) to posts on a blog. These are often irrelevant to the context value of the post. They can contain one or more links to other websites or domains. Spammers use Comment Spam as a medium to get higher page rank for their domains in Google, so that they can sell those domains at a higher price sometime in future or to obtain a high ranking in search results for an existing website.
Spammers are relentless; because there can be substantial money involved, they work hard at their "job." They even build automated tools (robots) to rapidly submit their spam to the same or multiple weblogs. Many webloggers, especially beginners, sometimes feel overwhelmed by Comment Spam.
There are solutions, though, to avoiding Comment Spam. WordPress includes many tools for combating Comment Spam. With a little up front effort, Comment Spam can be manageable, and certainly no reason to give up weblogging.

Pretty Permalinks

Permalinks are the permanent URLs to your individual weblog posts, as well as categories and other lists of weblog postings. A permalink is what another weblogger will use to refer to your article (or section), or how you might send a link to your story in an e-mail message. Because others may link to your individual postings, the URL to that article shouldn't change. Permalinks are intended to be permanent (valid for a long time).
"Pretty" Permalinks is the idea that URLs are frequently visible to the people who click them, and should therefore be crafted in such a way that they make sense, and not be filled with incomprehensible parameters. The best Permalinks are "hackable," meaning a user might modify the link text in their browser to navigate to another section or listing of the weblog. For example, this is how the default Permalink to a story might look in a default WordPress installation:
/index.php?p=423
How is a user to know what "p" represents? Where did the number 423 come from?
In contrast, here is a well-structured, "Pretty" Permalink which could link to the same article, once the installation is configured to modify permalinks:
/archives/2003/05/23/my-cheese-sandwich/
One can easily guess that the Permalink includes the date of the posting, and the title, just by looking at the URL. One might also guess that hacking the URL to be /archives/2003/05/ would get a list of all the postings from May of 2003. Pretty (cool). For more information on possible Permalink patterns in WordPress, see Using Permalinks.

Blog by email

Some blogging tools offer the ability to email your posts directly to your blog, all without direct interaction through the blogging tool interface. WordPress offers this cool feature. Using email, you can now send in your post content to a pre-determined email address & voila! Your post is published!

Post Slugs

If you're using Pretty Permalinks, the Post Slug is the title of your article post within the link. The blogging tool software may simplify or truncate your title into a more appropriate form for using as a link. A title such as "I'll Make A Wish" might be truncated to "ill-make-a-wish". In WordPress, you can change the Post Slug to something else, like "make-a-wish", which sounds better than a wish made when sick.

Excerpt

Excerpts are condensed summaries of your blog posts, with blogging tools being able to handle these in various ways. In WordPress, Excerpts can be specifically written to summarize the post, or generated automatically by using the first few paragraphs of a post or using the post up to a specific point, assigned by you.

Plugins

Plugins are cool bits of programming scripts that add additional functionality to your blog. These are often features which either enhance already available features or add them to your site.
WordPress offers simple and easy ways of adding Plugins to your blog. From the Administraton Panel, there is a Plugin Page. Once you have uploaded a Plugin to your WordPress plugin directory, activate it from the Plugins Management SubPanel, and sit back and watch your Plugin work. Not all Plugins are so easily installed, but WordPress Plugin authors and developers make the process as easy as possible.

Basics-A Few Blogging Tips

Starting a new blog is difficult and this can put many people off. Some may get off to a good start only to become quickly discouraged because of the lack of comments or visits. You want to stand out from this crowd of millions of bloggers, you want to be one of the few hundred thousand blogs that are actually visited. Here are some simple tips to help you on your way to blogging mastery:
  1. Post regularly, but don't post if you have nothing worth posting about.
  2. Stick with only a few specific genres to talk about.
  3. Don't put 'subscribe' and 'vote me' links all over the front page until you have people that like your blog enough to ignore them (they're usually just in the way).
  4. Use a clean and simple theme if at all possible.
  5. Enjoy, blog for fun, comment on other peoples' blogs (as they normally visit back).
  6. Have fun blogging and remember, there are no rules to what you post on your blog!