Selamat datang di CHAP-Global Media Articles
Tampilkan postingan dengan label permasalahan remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label permasalahan remaja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juli 2013

BKKBN: AKIBAT BUDAYA DAN STIGMA, PERNIKAHAN DINI DI KALSEL TERTINGGI DI INDONESIA

 
Budaya dan stigma masyarakat menjadi salah satu penyebab tingginya angka pernikahan dini di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Para perempuan yang belum menikah hingga usia 20 tahun mendapat dicap sebagai perawan tua. Bagi masyarakat Kalsel ada  stigma “balu anum daripada bujang tuha” yang artinya lebih baik jadi janda muda daripada perawan tua.
 
Menurut Duta Mahasiswa Genre tingkat Nasional 2012 Shauqi Maulana, budaya dan stigma itulah yang menyebabkan angka pernikahan dini di Kalsel menduduki peringkat pertama di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, persentase angka pernikahan pada usia 10-14 tahun di Kalsel sebesar 9,0 persen, sedangkan pada usia 15-19 tahun sebanyak 48,4 persen.

Kamis, 27 Juni 2013

BKKBN: REMAJA DAN PERMASALAHANNYA JADI PERHATIAN DUNIA


 
Remaja dan berbagai permasalahannya tahun ini menjadi perhatian dunia dan dijadikan isu utama dalam Peringatan Hari Kependudukan Dunia yang jatuh pada 11 Juli 2013.  Di Indonesia jumlah remaja berusia 10 hingga 24 tahun sudah mencapai sekitar 64 juta atau 27,6 persen dari total penduduk Indonesia.

Jumlah remaja yang besar itu, akan menjadi sasaran Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi mengenai kesehatan reproduksi bagi para remaja di Indonesia. 


“BKKBN akan lebih intensif lagi untuk menyosialisasikan kesehatan reproduksi kepada remaja, karena secara umum pengetahuan tentang kesehatan reproduksi masih rendah dan usia kawin pertama perempuan juga masih rendah yaitu 19,8 tahun (menurut SDKI 2007),” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof dr Fasli Yogyakarta, Kamis (11/7).